Sabtu, 26 Desember 2015

Perbandingan Banjir Djakarta Tahun ini dan Tahun Lalu.

Gambar. Banjir jakarta.


Banjir oh banjir, bencana yang datangnya 5 tahun sekali datang menghantui penduduk jakarta, malah banjir datang tiap tahunnya membuat penduduk jakarta makin stres. tidak hanya menimbulkan macet, banjir juga membawa penyakit, sampah, hinga cucian hanyut. Mengapa banjir di jakarta terus terjadi? apakah ini semua salah Pemerintah?, atau abang tukang bakso yang jualan bakso kuahnya kebanyakan jadi tumpah-tumpah yang menimbulkan banjir di jakarta? 

Gambar. Abang tukang bakso yang kuahnya kebanyakkan.
Banjir jakarta merupakan masalah yang MULTIDIMENSIONAL, mulai dari daratan jakarta sendiri yang sudah tidak sanggup menerima volume air yang besar, pemerintah yang kurang siap mengantisipasinya, sampai penduduknya sendiri yang sangat sulit untuk di atur. Jika kita melihat sejarah geografisnya jakarta di bentuk oleh sungai sungai yang mengalir dari wilayah bogor, dan sekitarnya, sungai sungai yang mengaliri jakarta, contohnya sungai ciliwung, membawa hasil material dari letusan gunung Salak, gunung Gede,dan gunung Pangrango bersamanya, yang terendapkan, dan terus menumpuk akhirnya menjadi sebuah daratan yang kita kenal kini adalah jakarta. Fakta uniknya sungai sungai tersebut juga ikut merobos jakarta yang hinga kini jakarta di aliri banyak sungai. 

Gambar. Peta JABODETABEK.
Kemudian pada musim kemarau sungai sungai di jakarta sangat bau dan kering, tetapi saat musim hujan sungai sungai ini membawa volume air yang sangat besar, akhirnya membuat tepian sungai menjadi ikutan banjir. Saat urbanisasi terjadi dimana Jakarta menjadi, Jakarta dalam kutip yang tingal di pinggiran sungai, sehinga tempat persapan banjir menjadi hilang akibatnya, banjir tidak mampu di serap oeleh pinggiran sungai, dan akhirnya meluas kemana mana, belum lagi penduduk jakarta yang membuang sampah sembarangan, seakan akan sudah menjadi hobi dari turun menurun, yang mana patut di lestarikan, yang pada akhirnya aliran sungaimenjadi tidak lancar, dan terjadilah banjir jakarta, Urbanisasi Jakarta yang membuat Jakarta makin padat dan banyak orang ikut membangun rumah di daerah bogor dan sekitarnya yang mana pembangunan ini membuat banyak hutan di gundulkan demi pemukiman. Akibatnya hujan di wilayah bogor membawa banyak volume air, bagai kuah bakso yang tumpah dari mangkoknya yang bergambar ayam jago. Di perkirakan kerugian yang disababkan oleh banjir tahun 2015, Jakarta mengalami kerugian mencapai 3 triliun Rupiah hanya gara gara banjir, pemprov DKI Jakarta harusnya bisa lebih baik menanggulangi masalah ini. Seperti misalnya memprediksi banjir ini, membuat lembaga dengan jaringan internasional, dan menerapkan peraturan yang tegas kepada penduduk Jakarta itu sendiri.

Ya masalah banjir di Jakarta memang sangat sulit di atasi, harus membutuhkan uang dan juga kesabaran untuk menanggulanginya,






















Macet Djakarta

Djakarta oh Jakarta, terkenal apa lagi kalau bukan karena macetnya, Menurut penitilian oleh Castrol, Jakarta adalah kota termacet di dunia, Lalu kita semua bertanya, apa sih yang membuat Jakarta begitu macet? apa penyebabnya?. 

Gambar, kemacetan dan Transportasi Umum Di Jakarta.
Faktor pertama apa lagi bila bukan Transportasi umum, kita tau sendiri Transportasi di jakarta belum memadai, masih banyak angkutan umum yang narik penumpang sama abangnya, padahal mesinnya sudah megapmegap, selain itu kenyamanannya sendiri masih belum terjamin, kita harus siap waspada, seperti siskamling, padahal kata Ahok di Cina saja 90% warganya memakai angkutan umum, sedangkan di Singapura 50%, Jakarta, miris sekali hanya 20%, Oleh karena itu masih banyak yang harus di benahi transpotasi Jakarta.

Gambar. Transpotasi Umum Jakarta.
Kemudian apa yang terjadi?, orang berlomba lomba membeli sepedah mtor dan mobil, yang mana angkanya naik terus setiap hari, karena transpotasi umum yang di anggap belum siap, ujungnya kemacetan panjang. hal ini bisa kita lihat pertumbuhan pembelian kendaraan bermotor tiap harinya di Jakarta, 12, hingga 13% pertahun, sedangkan pertumbuhan jalan di Jakarta hanya 0,01%. itu artinya ada sekiar 6000 kendaraan baru setiap harinya di jakarta, sedangkan jalan di jakarta tetap segiti gitu aja, mirisnya lagi akibat urbanisasi yang berlebihan sudah jalan sempit, masih saja ada mobil yang berhenti di pinggiran jalan, banyak juga pedagang kaki lima di pinggir jalan, belum lagi angkot yang mana abangnya ngetam sampai ber abad abad, ini artinya Satpol PP masih punya banyak kerjaan.-akhanya itu saja kemacetanpun di distribusikan oleh daerah sanggahan Jakarta seperti BODETABEK. Pada tahun 2014, BPS mencatat 2,4 juta orang yang menjadi komuter ke jakarta, itu artinya meski jakarta sudah sumpek yang mana penduduknya sudah sampa 10 juta penduduk, jakarta juga harus menahan serbuan dari penjuru arah, yang pastinya membuat jakarta lebih sumpek lagi dan macet tiap harinya. Tapi bukan salah mereka yang mencari mata pencaharian di jakarta, salah pemerintah kita yang apa apa di bangun di Jakarta akhirnya jakarta menjadi kota yang numpuk. harusnya pemerintah kita berani membangun Indonesia secara merata gak juga di jakarta.

Gambar. Penduduk Jakarta.
Lama lama penduduk di jakarta tambah stres ketertipan hanya di anggap sebagai konsep. misalnya tau sendiri lampu merah yang berarti berhrnti malah di jadikan lampu balapan, belum lagi di susul oleh kopaja ugal ugalan, selain itu aturan birokrasi yang perlu di perbaiki, masih banyak mafia mafia berdasi yang nyamar membela rakyat yang mana bila di suap malah bilang terimakasih, Akibatnya bertahun tahun sudah Jakarta menanggung beban yang perih. Baru sekarang perencanaan tata kota dibenahi, birokrasi di benari dan transpotasi di benahi, tetapi tentu saja tidak ada yang namanya perubahan instan, semuanya butuh proses dan waktu, termasuk kita semuanya mau beraksi dan sabar menunggu, jadi ayo ramai ramai kita hadapi masalah ini untuk menjadi Jakarta yang baru. Namun orang Indonesia juga mendapatkan olahraga di dalam mobil, yang di beri nama "Real Men Use Theree Pedals, Jadi selamat menikmati olah raga ini.